Wonderful Indonesia: Pesona Senja Pantai Selatan Yogyakarta

Yogyakarta punya kekuatan magis yang berbeda. Ia mampu menempelkan kutukan pada orang yang datang padanya. Dari kutukan itu, mereka yang datang akan terus merindukan Yogyakarta. Lalu ketika mereka rindu, manusia itu mulai mengutuki dan menyalahkan Yogyakarta. Mengapa begitu mudah merindukan Yogyakarta, kata mereka. Mereka-mereka itu menganggap Yogyakarta mampu memanggil kembali kenangan-kenangan bersama pasangan masing-masing. Bagi yang masih bersama, kenangan-kenangan itu akan menjadi manis. Membuat mereka merindukan kembali ke Yogyakarta. Bagi yang telah berpisah, proses move on mereka seketika hancur ketika tiba di Yogyakarta. Mereka akan dengan rela mengunjungi tempat-tempat yang menjadi kenangan saat masih bersama. Aku hanya bisa berkata, kalian ini adalah orang-orang yang menyiksa diri!

******

Read More

Belajar Integritas di Kambing Bakar Mas Tedjo

Dengan lokasi yang sangat strategis, di tepi jalan Wonosari-Yogyakarta, Kopi Gading amat sangat mudah ditemukan. Paling menggiurkan adalah menu andalan mereka: Kambing bakar Rica. Menggunakan kambing jawa, dagingnya minim gajih. Tidak alot. Bumbunya meresap. Saya mencoba makanan lain: Nasi Goreng Seafood pedas. Dari estetika #halah sih lucu, bentuknya seperti ada kaki kepiting begitu. Rasanya juga enak. Tapi kurangnya 1: tidak pedas. Bahkan kambing bakar rica juga begitu. Untuk nasi goreng sendiri mungkin harus pesan dengan embel-embel super pedas. Kopi Gading sendiri sedang merintis diri mereka sebagai tempat “ngopi”, semoga proses belajarnya lancar.!!!

Tak berlebihan. Memang begitulah adanya, apa yang aku rasakan setelah memenuhi undangan dari pemilik Kambing Bakar Mas Tedjo.

baca aja lanjutannya kakak

Menyiksa Lidah di Ayam Geprek Bu Rum

Yogyakarta sedang dilanda kegalauan. Hujan turun sejak sore, di penghujung bulan April. Saat-saat yang kurang lazim untuk turun hujan. Hujan pun turun tak serta merta langsung mencecar bumi. Hanya rintik-rintik yang cepat berlalu. Dan menikmati ayam geprek, tentu cara yang tepat menikmatinya.

Hujan sebentar datang, lalu hilang, begitu berulang hingga magrib tiba. Aku tak perlu menyamakan itu dengan gebetan-gebetanmu yang hanya datang menyapa di saat dia butuh. Meski begitu kehadirannya (baca: hujan) tetap mampu membasahi sepanjang jalanan Yogyakarta. Pun gebetanmu bukan?

Read More