Fajar Sendu Situ Cileunca

02 September 2018.

Tengah malam tepat, kereta Pasundan tiba di Stasiun Kiaracondong—Bandung, setelah menempuh perjalanan panjang, kurang lebih sembilan jam dari Lempuyangan—Yogyakarta. Aku melangkah menuju musala untuk menunaikan salat. Secara naluri, aku mengeluarkan ponsel, bermaksud menghubungi seseorang. Namun urung. Aku hanya tersenyum simpul dan memasukkan kembali ponsel ke dalam saku. Karena kini aku tak mungkin dan tak ada guna lagi menghubunginya. Kami telah usai.

******

BACA AJA LANJUTANNYA KAKAK

Senja Pertama 2015 dari Candi Abang

Tahun 2015 aku awali dengan sedikit kurang menyenangkan. Kenapa? Karena sehari sebelumnya aku mendadak sakit. Bahkan sampai nggak nafsu makan meskipun itu sedang ditraktir sama Hardi di sebuah rumah makan cukup mewah. Nah aneh kan? Padahal menurut teman-temanku, aku termasuk tukang sapu bersih alias yang bagian ngabisin makanan. Nggak tau kenapa, mungkin kecapekan aja. Capek nunggu kepastian darinya. Disuruh jalanin aja dulu terus.

BACA AJA LANJUTANNYA KAKAK